BPBD Bali | Denpasar, Kamis/Wraspati Pon, 5 Februari 2026 - BPBD Provinsi Bali memfasilitasi Direktorat Pembiayaan dan Perekonomian Daerah Kementerian Keuangan RI bersama United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) dalam pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) tindak lanjut pengembangan model Budget Stress Testing (BST). Kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan fiskal daerah berbasis risiko bencana, sehingga masyarakat memperoleh jaminan kesiapan pemerintah dalam pembiayaan penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana secara lebih terukur dan berkelanjutan. Bali sendiri ditetapkan sebagai pilot project pengembangan model tersebut yang saat ini memasuki tahap finalisasi.
FGD ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah Pemerintah Provinsi Bali, akademisi, hingga mitra pembangunan. Model BST dikembangkan dengan mengintegrasikan analisis dampak bencana terhadap infrastruktur, perekonomian, serta kemampuan fiskal daerah, sekaligus menjadi dasar dalam perumusan partisipasi daerah pada skema Pooling Fund Bencana sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Gede Teja, menegaskan bahwa fasilitasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah, tidak hanya dari sisi operasional penanggulangan bencana, tetapi juga dalam pengelolaan risiko keuangan bencana. Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan mitra internasional, BPBD Bali terus mendorong kebijakan penanggulangan bencana yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.