Berita

Terbaik Dalam Kesiapsiagaan Bencana, Ini Target BPBD Bali

JAKARTA-klokpena. com
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali menargetkan untuk menjadi yang terbaik di dunia dalam pengelolaan kesiapsiagaan bencana. Hal ini dilakukan mengingat Bali sebagai destinasi wisata dunia dan Bali berada di kawasan ring off fire gunung api (Gunung Agung)

“Ini sangat penting karena demi kenyamanan para turis yang datang ke Bali. Setiap turis yang datang selalu bertanya kepada pihak manajemen hotel, apakah sudah memiliki sertifikat kesiapsiagaan ? Dari pertanyaan itu terlihat bahwa mereka para turis manca negara sadar akan bencana,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali Made Rentin dalam kegiatan Diskusi Kesiapsiagaan Bencana Sektor Perhotelan untuk Industri Pariwisata di Ruang Auditorium Lantai 15 Gedung Graha BPNB, Jalan Raya Pramuka Nomor 38 Jakarta Timur pada Senin (6/5).

Menurut Rentin, ada 4 (empat) komponen pendekatan yang dilakukan untuk mengelola dunia pariwisata di Bali sehingga timbul kenyamanan bagi turis. Komponen tersebut yaitu keamanan, kenyamanan, surety atau keyakinan bahwa Bali itu pasti aman dan nyaman, serta kedamaian. Empat komponen itu yang disampaikan kepada turis melalui hospitality dan sertifikasi siaga bencana.

Kalaksa BPBD Provinsi Bali yang juga dipercaya memangku jabatan sebagai Plt. Kadispora Provinsi Bali juga mengungkapkan bahwa Bali telah mendeklarasikan Hari Simulasi Bencana tiap tanggal 26 setiap bulannya. Hal ini dilakukan untuk melatih diri untuk selalu siap siaga. 

Beranda  Aktual  Bencana Alam  Terbaik Dalam Kesiapsiagaan Bencana, Ini Target BPBD Bali

Terbaik Dalam Kesiapsiagaan Bencana, Ini Target BPBD Bali

By Mei 09, 2019, 12:11 Pm

30
 
 
 
 

JAKARTA-klokpena. com
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali menargetkan untuk menjadi yang terbaik di dunia dalam pengelolaan kesiapsiagaan bencana. Hal ini dilakukan mengingat Bali sebagai destinasi wisata dunia dan Bali berada di kawasan ring off fire gunung api (Gunung Agung)

“Ini sangat penting karena demi kenyamanan para turis yang datang ke Bali. Setiap turis yang datang selalu bertanya kepada pihak manajemen hotel, apakah sudah memiliki sertifikat kesiapsiagaan ? Dari pertanyaan itu terlihat bahwa mereka para turis manca negara sadar akan bencana,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali Made Rentin dalam kegiatan Diskusi Kesiapsiagaan Bencana Sektor Perhotelan untuk Industri Pariwisata di Ruang Auditorium Lantai 15 Gedung Graha BPNB, Jalan Raya Pramuka Nomor 38 Jakarta Timur pada Senin (6/5).

Kepala Pelaksana BPBD Bali, Made Rentin

Menurut Rentin, ada 4 (empat) komponen pendekatan yang dilakukan untuk mengelola dunia pariwisata di Bali sehingga timbul kenyamanan bagi turis. Komponen tersebut yaitu keamanan, kenyamanan, surety atau keyakinan bahwa Bali itu pasti aman dan nyaman, serta kedamaian. Empat komponen itu yang disampaikan kepada turis melalui hospitality dan sertifikasi siaga bencana.

Kalaksa BPBD Provinsi Bali yang juga dipercaya memangku jabatan sebagai Plt. Kadispora Provinsi Bali juga mengungkapkan bahwa Bali telah mendeklarasikan Hari Simulasi Bencana tiap tanggal 26 setiap bulannya. Hal ini dilakukan untuk melatih diri untuk selalu siap siaga. 

Suasana diskusi

“Jadi setiap tanggal 26 tiap bulan, semua komponen pada semua tingkatan, termasuk instansi pusat yang ada di Bali, dan sampai ke tingkat terbawah yaitu Desa, akan melaksanakan simulasi evakuasi bencana,” paparnya. 

Managing Director ITDC Gusti Ngurah Ardika, juga hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa semua hotel di kawasan ITDC telah memiliki sertifikat kesiapsiagaan bencana. “Mulai bulan mei ini kami wajibkan tiap hotel untuk membuat display video singkat safety breafing pada layar TV di tiap kamar hotel, jadi begitu turis masuk ke kamar hotel, langsung disajikan peringatan kesiapsiagaan, posisi, termasuk jalur evakuasi,” kata Ardika. 

Ketut Sutaraja dari Hardrock Hotel Kuta, juga hadir memberi kejelasan bahwa sertifikat kesiapsiagaan sangat berpengaruh terhadap hunian hotel. “Dan kami tunduk kepada BPBD Bali untuk melakukan simulasi rutin setiap bulan,” ucap Sutaraja. BIL