BPBD Provinsi Bali | Denpasar, 23 Januari 2026 – Upaya penguatan kewaspadaan tsunami di Provinsi Bali terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan melalui pemanfaatan riset dan teknologi. Sebagai bagian dari rangkaian pengembangan yang telah berjalan, BPBD Provinsi Bali menerima kunjungan Arikawa, peneliti tsunami dari Chuo University, Jepang, bersama tim peneliti serta perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk menyampaikan hasil riset yang relevan dalam mendukung pengembangan sistem kewaspadaan tsunami di Bali.
Kunjungan ini merupakan tahap lanjutan dari proses penguatan mitigasi tsunami yang telah dilakukan sebelumnya, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi CCTV sebagai alat observasi visual real-time yang dirancang untuk melengkapi sistem peringatan dini tsunami yang telah ada. Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara mendalam aspek konseptual dan teknis, meliputi rancangan sistem, kriteria penentuan lokasi potensial, serta mekanisme operasional, guna meningkatkan kualitas informasi dan kecepatan pengambilan keputusan pada situasi darurat, khususnya di wilayah pesisir Provinsi Bali.
Sebagai tindak lanjut, akan dilaksanakan survei awal di kawasan Tanjung Benoa untuk mengkaji kelayakan penempatan CCTV, kondisi lingkungan, serta kesiapan operasional perangkat. Kolaborasi berkelanjutan antara akademisi internasional, peneliti nasional, dan pemerintah daerah ini diharapkan semakin memperkuat mitigasi bencana berbasis sains dan teknologi, sekaligus mendukung sistem penanggulangan bencana tsunami yang adaptif, presisi, dan responsif dalam melindungi masyarakat pesisir Bali.








