BPBD Bali | Badung — Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pada periode mudik dan libur Idul Fitri 1447 H, BPBD Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor BPBD Kabupaten Badung dan dihadiri oleh perwakilan BPBD dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi BPBD se-Bali dalam mengantisipasi potensi bencana selama periode mudik dan libur Idul Fitri. Dalam forum ini, masing-masing daerah berdiskusi terkait mekanisme dana BTT, serta kesiapan personel, posko, dan sarana prasarana pendukung kesiapsiagaan.
Dalam arahannya, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana harus dilakukan secara berkelanjutan. Pertemuan ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama dari kejadian banjir bandang di Kabupaten Buleleng guna memperkuat koordinasi, asesmen cepat, serta respons penanganan bencana di daerah. Selain itu, BPBD Kabupaten/Kota juga diarahkan untuk memetakan potensi risiko bencana di wilayahnya, termasuk potensi kekeringan yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau mendatang. Hal ini diharapkan dapat memperkuat langkah mitigasi serta kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan kesiapsiagaan BPBD di seluruh wilayah Bali semakin optimal, sehingga pelayanan kepada masyarakat dalam menghadapi potensi bencana dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antar BPBD provinsi dan kabupaten/kota dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan bencana secara terpadu di Bali.







