Bali Rawan Gempa, 50 Alat Intensity Meter Dipasang

Bamesti | 01-Dec-2019 07:12

Bali merupakan salah satu provinsi yang rawan gempa dan gelombang tsunami. Kondisi alam yang rawan ini harus diterima dan dihadapi oleh masyarakat yang tinggal di batas pertemuan lempeng tektonik. Upaya strategis yang peru dilakukan adalah meningkatkan dan mengembangkan kapasitas masyarakat dan lembaga terkait mitigasi bencana. 

Penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam merespon informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami serta pemberdayaan masyarakat agar lebih mampu mencegah dan mengurangi risiko bencana menjadi tuntutan mutlak dan selaras dengan prinsip penanggulangan bencana yaitu merespon dengan cepat dan tepat. Untuk itu pada tahun 2019, BMKG bekerjasama dengan BPBD  memprioritaskan Bali untuk pemasangan intensitymeter di 50 titik dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Buleleng sebanyak 12 unit. 

Intensitymeter berguna untuk mengestimasi tingkat getaran akibat gempa bumi dengan cepat sehingga dapat disampaikan ke Pemda sesegera mungkin dan data hasil pengamatan dapat dijadikan salah satu parameter untuk memonitor dampak kerusakan yang disebabkan gempa bumi. Peralatan ini bukan mengukur kekuatan gempa bumi dan mengirimkan pengamatan ke BMKG melalui internet secara otomatis. 

Pemasangan intensitymeter oleh tim BMKG  di BPBD Provinsi Bali dilaksanakan di UPTD Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Bali pada hari sabtu sd minggu , 30 nopember sd 1 desember 2019, dan diuji coba berjalan dengan baik. Kepala UPTD, Bapak Petrus Surianta mewakili Kalaksa BPBD Provinsi Bali menyambut baik, dan mengharapkan setiap BPBD Kabupaten/Kota dapat dibangun alat ini sebagai wujud sinergi BMKG dan BPBD dalam penanggulangan bencana. Alat ini sangat membantu  untuk menentukan luasan assement awal yang dilakukan oleh BPBD Provinsi maupun Kabupaten/Kota pada saat terjadinya gempa bumi. 

Secara teknis alat ini mendeteksi tingkat guncangan gempa skala MMI. Dari I MMI hingga XII MMI. Digitizer pada intensitymeter akan muncul skala intensitas,    I-II MMI getaran tidak dirasakan atau dirasakan hanya oleh beberapa orang tetapi terekam oleh alat. akan muncul warna putih. Intensitymeter berwarna hijau atau III-V MMI getaran gempa dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar. Kemudian, jika warna kuning muncul di alat Intensitymeter atau VI MMI, bagian non struktur bangunan mengalami kerusakan ringan, seperti retak rambut pada dinding, genteng bergeser ke bawah dan sebagian berjatuhan. 
Selanjutnya, VII - VIII MMI atau muncul berwarna jingga di alat digitizer pada Intensity Meter, gempa yang terjadi menyebabkan banyak retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah. Sebagian plester dinding lepas. Hampir sebagian besar genteng bergeser ke bawah atau jatuh. Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan sampai sedang. Jika di alat digitizer pada Intensity Meter berwarna merah atau IX-XII MMI, getaran gempa tersebut menyebabkan sebagian besar dinding bangunan permanen roboh. Struktur bangunan mengalami kerusakan berat, rel kereta api melengkung hingga bangunan hancur sama sekali. 

Pemanfaatkan teknologi digital sebagai sebuah terobosan atau inovasi dalam rangka meminimalisasi resiko bencana dengan keterpaduan unsur didalamnya  menjadi sesuatu yang memberi nilai positif didalam penanggulangan bencana. 

Denpasar, 1 Desember 2019 
Tim Pusdalops PB


Share Media Sosial :

Profile

Drs. I MADE RENTIN, AP., M.Si.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali

Salam Tangguh !!! Selamat datang di website Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali. BPBD Provinsi Bali mengampu misi ke-19 dari Visi dan Misi Gubernur Bali yaitu mengembangkan sistem keamanan terpadu yang ditopang dengan sumber daya manusia serta sarana prasarana yang memadai untuk menjaga keamanan daerah dan krama Bali serta keamanan para wisatawan. Website ini merupakan sarana untuk memberikan informasi kebencanaan yang ada di seluruh Provinsi Bali, informasi peringatan dini, pengetahuan dan upaya penanggulangan bencana serta sharing kinerja dan kegiatan BPBD Provinsi Bali kepada masyarakat luas baik pada saat pra bencana, tanggap darurat maupun pasca bencana. Melalui website BPBD Provinsi Bali, mari kita membangun kemitraan yang saling membantu, memperkuat dan saling menguntungkan dalam pertukaran informasi kebencanaan berlandaskan kearifan lokal Bali yang dipadukan dengan kemajuan IT guna mewujudkan NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Kiranya website ini bisa menjadi referensi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi kebencanaan yang ada di Provinsi Bali.

Artikel

  • Nangun Sat Kerthi Loka Bali

    Gubernur Bali I Wayan Koster memaparkan visi misi dan program pembangunan Bali yang tertuang dalam “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang mempunyai arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam


  • Renstra Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali Tahun 2014-2018

    Rencana Strategis (Renstra) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali Tahun 2014-2018 disusun dengan sistimatika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN [Download] 1.1 Lat


  • Peta Evakuasi Tsunami

    Guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat berisiko terhadap bahaya Tsunami, dibuatlah Peta Evakuasi Tsunami yang disusun bersama-sama oleh wakil pemerintah daerah (Provinsi dan Kab/kota), sektor swas


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. BALI

Alamat


Jalan D.I Panjaitan No. 6 Renon - Denpasar 80235

Telp. 0361 - 245397

Fax. 0361 - 245395

Email : bpbdprovbali@gmail.com

Website : bpbd.baliprov.go.id

Copyright © 2019 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. BALI.